Main Article Content

Abstract

Kebutuhan energi masyarakat yang meningkat tiap tahun masih sangat bergantung kepada energi fosil. Untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga masih mengandalkan minyak tanah dan gas LPG. Salah satu cara mengurangi penggunaan energi fosil adalah dengan menggunakan limbah bonggol jagung hasil kelompok masyarakat petani jagung menjadi biobriket. Biobriket merupakan salah satu sumber energi terbarukan. Limbah bonggol jagung adalah limbah padat dari hasil pertanian dan industri. Limbah bonggol jagung memiliki kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Kadar selulosa yang tinggi pada limbah bonggol jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama penyusun biobriket. Peningkatan kualitas biobriket berbanding lurus dengan peningkatan kadar selulosa. Selain selulosa, juga dibutuhkan bahan perekat untuk mengikat matriks biobriket. Tepung tapioka dipilih menjadi bahan perekat dalam kegiatan pengolahan biobriket ramah lingkungan. Biobriket dipastikan memiliki tingkat keefektifan yang baik untuk mengurangi penggunaan energi fosil dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi produsen dan konsumen di Kalimantan Timur. Kelompok masyarakat petani Balikpapan Utara adalah salah satu kelompok petani yang kurang memiliki wawasan terkait pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk ramah lingkungan bernilai ekonomis dan berpotensi sebagai pengganti bahan bakar, seperti biobriket. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi dan pelatihan pembentukan biobriket menggunakan bahan dasar limbah pertanian terhadap kelompok petani tersebut. Dengan demikian, biobriket dari kombinasi limbah bonggol jagung/serbuk gergaji kayu/ampas kopi dengan perekat tepung tapioka diharapkan dapat mengatasi kebutuhan energi bagi masyarakat pada masa yang akan datang.

Article Details

Keywords
alternatif energi, ampas kopi, briket, bonggol jagung, energi terbarukan, limbah pertanian, serbuk kayu
How to Cite
[1]
A. R. Soemarsono, L. Ernawati, A. R. Nafisah, and F. M. Tarmidzi, “Pelatihan Pembuatan Biobriket Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Campuran Limbah Bonggol Jagung/Ampas Kopi/Serbuk Gergaji Kayu Kelompok Masyarakat Petani (GAPOKTAN) KM 12 Balikpapan Utara : Training on Making Biobriquettes Using Corncob/Coffee Ground/Wood Sawdust-based Agriculture Waste for the Farmers Community Group (GAPOKTAN) KM 12 North Balikpapan”, B.JPMI, vol. 4, no. 1, pp. 1-9, Dec. 2021.

References

1.Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur (2014) http://kaltim.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=586&Itemid=5. Diakses pada 22 Oktober 2021.
2.Pemerintah Kota Balikpapan (2015) http://web.balikpapan.go.id/berita/read/6143. Diakses pada 22 Oktober 2021.
3.Pamungkasnews.id (2021) https://pamungkasnews.id/wakil-ketua-dprd-balikpapan-budiono-menerima-kunjungan-dari-gabungan-kelompok-tani-gapoktan/. Diakses pada 22 Oktober 2021.
4.Suarez JA, Luengo CA (2003) Coffee Husk Briquettes: A New Renewable Energy Source. Energy Sources 25(10): 961-967
5.Elfiano E, Natsir M, Indra D (2014) Analisa Proksimat Briket Bioarang Campuran Limbah Ampas Tebu Dan Arang Kayu. Seminar Nasional Teknik Mesin Universitas Trisakti, 1-6, Vol.KE14, ISBN:978- 602-70012-0-6.
6.Sinurat E (2011) Studi Pemanfaatan Briket Kulit Jambu Mete Dan Bonggol Jagung Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Universitas Hasanuddin, Makassar.
7.Musabbikhah M, Saptoadi H, Subarmono S, Wibisono MA (2015) Optimasi Proses Pembuatan Briket Biomassa Menggunakan Metode Taguchi Guna Memenuhi Kebutuhan Bahan Bakar Alternatif Yang Ramah Lingkungan (Optimization of Biomass Briquettes Production Process Using Taguchi Method). Jurnal Manusia dan Lingkungan 22(1): 121-128.
8.Onukak IE, Mohammed-Dabo IA, Ameh AO, Okoduwa SI, Fasanya OO (2017) Production and characterization of biomass briquettes from tannery solid waste. Recycling 2(4): 17.
9.Saleh A (2013) Efisiensi Konsentrasi Perekat Tepung Tapioka Terhadap Nilai Kalor Pembakaran Pada Biobriket Batang Jagung (Zea mays L.). Jurnal Teknosains 7(1): 78-89.
10.Badan Standarisasi Nasional (2000) http://sisni.bsn.go.id/index.php/sni_main/sni/detail_sni/5781. Diakses pada 22 Oktober 2021
11.Hambali E, Mujdalifah S, Tambunan AH, Pattiwiri AW, Hendroko K (2007) Teknologi Bioenergi. PT. Agro Media Pustaka, Jakarta Selatan.
12.Badan Pusat Statistik (2019) https://www.bps.go.id/statictable/2019/04/10/2055/nilai-produksi-dan-biaya-produksi-per-musim-tanam-per-hektar-budidaya-tanaman-padi-sawah-padi-ladang-jagung-dan-kedelai-2017.html. Diakses pada 22 Oktober 2021.
13.Farhaty N, Muchtaridi (2016) Tinjauan Kimia Dan Aspek Farmakologi Senyawa Asam Klorogenat Pada Biji Kopi. Farmaka Suplemen 14(1): 1–10.
14.Pari G (2002) Teknologi Alternatif Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
15.Masturi, Aryani NP, Alighiri D, Edie SS (2017) Developing of Indonesian Corn Cobs Briquettes as Biofuel Resources Energy Using Hot Press Method. Journal of Physics: Conference Seires 824: 0120071-9.