Main Article Content

Abstract

Pertumbuhan penduduk lanjut usia di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Proses penuaan merupakan kondisi alami yang tidak dapat dihindari. Menurunnya fungsi fisiologis, psikologis dan sosial yang dialami oleh lansia akan berdampak pada kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kader relawan komunitas terhadap kualitas hidup pasien lansia di Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing Jakarta Utara Tahun 2018. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional melalui pendekatan kuantitatif. didukung oleh kualitatif. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang ada di wilayah kelurahan Kalibaru dengan jumlah populasi 60 lansia > 59 tahun. Pengumpulan data penelitian kuantitatif melalui wawancara terstruktur. Analisis statistik dengan uji regresi logistik. Pengumpulan data kualitatif melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kader relawan tinggi berpeluang 3,2 kali dalam meningkatkan kualitas hidup lansia baik dibandingkan peran kader rendah setelah dikontrol oleh variabel jenis kelamin, usia, pendidikan dan perkawinan (p value = 0,046; adjor = 3,23; 95% CI = 1,02-10,24). Peran kader relawan dalam peningkatan kualitas hidup lansia dimulai dengan identifikasi kebutuhan, perawatan paliatif di rumah lansia dengan pengawasan tenaga kesehatan (dokter poliklinik), kebutuhan tindak lanjut, pemberian edukasi, serta koordinasi dan administrasi. Peningkatan keterampilan kader secara terus menerus diperlukan untuk memberikan perawatan paliatif kepada lansia. Lansia terbanyak berjenis kelamin perempuan yaitu 41 orang (68,3%), kelompok usia lanjut (lansia) 60 - <75 tahun sebanyak 37 orang (61,7%), berpendidikan rendah (tidak sekolah/tidak tamat SD), yaitu 41 orang (68,3%), dan status belum kawin/duda/duda sebanyak 39 orang (65%). Sedangkan untuk peran keluarga lansia, sebagian besar lansia menyatakan peran keluarga sudah baik yaitu 43 orang (71,7%). Sebagian besar lansia menyatakan peran kader relawan tinggi yaitu 31 orang (51,7%). Kualitas hidup secara keseluruhan dengan nilai median 72,5 diperoleh hasil yang sama yaitu 50% lansia dengan kualitas hidup baik dan 50% lansia dengan kualitas hidup buruk. Peran kader relawan dalam peningkatan kualitas hidup lansia dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan perawatan lansia, melakukan perawatan paliatif di rumah lansia di bawah pengawasan petugas kesehatan (dokter puskesmas), menindaklanjuti kebutuhan perawatan dan kesejahteraan lansia, memberikan pendidikan kepada lansia, koordinasi dan administrasi.

Article Details

Keywords
kader, lansia, paliatif
How to Cite
[1]
S. S. Sastrahadi, “Peran Kader Kesehatan Terhadap Kualitas Hidup Lanjut Usia (Lansia) Di Wilayah Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing Jakarta Utara Tahun 2018”, B.JPMI, vol. 4, no. 1, pp. 10-29, Jul. 2022.

References

1. Anita. 2013. Perawatan Paliatif dan Kuali-tas Hidup Penderita Kanker.
2. Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
3. Ariyudha, Jeffri. 2007. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Penduduk Lanjut Usia di kelurahan Jogotrunan Kabupaten Lumajang.
4. Baernholdt, Marianne et al. 2012. Factors Associated With Quality Of Life In Older Adults In The United States.
5. Basuki, Wasis. 2015. Faktor – Faktor Penyebab Kesepian Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia Penghuni Panti Sosial resna Werdha Nirwana Puri Kota Sa-marinda. eJournal Psikologi, 4(1), 2015: 13-30.
6. Badan Pusat Statistik (BPS). 2012. Jakarta Dalam Angka 2012. Jakarta: BPS.
7. Badan Pusat Statistik (BPS). 2015. Statistik Penduduk Lanjut Usia 2014. Jakarta : BPS.
8. Badan Pusat Statistik (BPS). 2017. Jakarta Dalam Angka 2017. Jakarta: BPS.
9. Baernholdt, Marianne, et al. 2012. Factors associated with quality of life in older adults in the United States.
10. BC Center for Palliative Care. 2017. The Public Health Approach to Palliative Care
11. Burbeck, Rachel, et al. 2014. Volunteers in Specialist Palliative Care: A Survey of Adult Services in the United Kingdom.
12. Candy, Bridget, et al. 2015. Does Involv-ing Volunteers In The Provision Of Pallia-tive Care Make A Difference To Patient And Family Wellbeing? A Systematic Re-view Of Quantitative And Qualitative Evi-dence.
13. Campbell, N. A., et al. 2013. Biologi 8ed Jilid I. Jakarta : Erlangga. Hal : 93-95, 321.
14. Departemen Kesehatan RI. 2003. Pe-doman Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta : Depkes RI.
15. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Ba-hasa Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
16. Friedman, M. M., et al. 2010. Buku Ajar Keperawatan Keluarga : Riset, Teori, & Praktik. Alih Bahasa : Achir Yani S, Ha-mid, et al ed 5. Jakarta : EGC.
17. Garcia, et al. 2013. Relation Between Body Weight And Health-Related Quality Of Life Among The Elderly In Spain.
18. Ghofranipour, Faziollah et al. 2016. A Comparative Study on the Effects of Self-Care Program Education Run by Health Volunteers and Health Care Staff on the Elderly's Quality of Life.
19. Gillespie, B. M., et al. 2011. The influence of personal characteristics on the resili-ence of operating room nurses: A predic-tor study. International Journal of Nursing Studies, 46, 968-976.
20. Hardywinoto dan Setiabudhi., 2003. Pan-duan Gerentologi, Tinjaun Dari Berbagai Aspek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
21. Hartati dan Suhaemi. 2010. Asesmen Un-tuk Demensia. Semarang : Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.
22. Husen, L. M. S. 2017. Peran Dukungan Keluarga Terhadap Lansia yang Hipertensi dalam Melakukan Pemeriksaan Kesehatan di Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tengga-ra Barat.
23. Irawan, Erna. 2013. Pengaruh Perawatan Paliatif Terhadap Pasien Kanker Stadium Akhir (Literature Review).
24. Irianto, Koes. 2014. Epidemiologi Penya-kit Menular dan Tidak Menular. Bandung : Alfabeta.
25. Kartiningrum, Eka Diah. 2017. Kualitas Hidup Lansia Di Dusun Glonggongan De-sa Sumber Tebu Kecamatan Bangsal Mo-jokerto. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.
26. Keliat, Budu Anna. 2011. Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas. Jakarta : EGC.
27. Kementerian Kesehatan Republik Indone-sia. 2014. Buletin Gambaran Kesehatan Lanjut Usia Di Indonesia.
28. Kementerian Kesehatan Republik Indone-sia. 2016. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta: Kementrian Kesehatan In-donesia.
29. Kristanti, et al. 2017. Enhancing The Quality Of Life For Palliative Care Cancer Patients In Indonesia Through Family Caregivers: A Pilot Study Of Basic Skills Training. BMC Palliative Care (2017) 16:4 DOI 10.1186/s12904-016-0178-4.
30. Margiyati. 2010. Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Lansia Ngudi Waras, Dusun Kemloko, Desa Bergas Kidul Semarang. http://eprints.undip.ac.id/16652/ diakses 9 agustus 2011.R11.00.
31. Marthuranath. 2004. Instrumental Activi-ties Of Daily Living Scale For Dementia Screening In Elderly People. Journal In-ternational Psyhogeriatrics. India: Depart-ment Of Neurology, Sctimst, Trivandrum 695011 India.
32. Mc Donald, et al. 2013. The Impact of Volunteering on Seniors’ Health and Qual-ity of Life: An Assessment of the Retired and Senior Volunteer Program.
33. Misgiyanto dan Susilawati. 2014. Hub-ungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat cemasan Penderita Kanker Serviks Paliatif. niversitas Diponegoro : Fakultas kedokteran.
34. Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Rema-ja Rosdakarya Offset.
35. Nanda. 2015. Diagnosis Keperawatan Definisi & Klasifikasi 2015-2017 Edisi 10 editor T Heather Herdman, Shigemi Ka-mitsuru. Jakarta: EGC.
36. National Consensus Project for Quality Palliative Care. 2013.
37. Nofitri. 2009. Gambaran Kualitas Hidup Penduduk Dewasa pada Lima Wilayah di Jakarta.
38. Notoatmodjo,S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cip-ta
39. Nugroho. 2008. Gerontik dan Geriatrik. Jakarta : EGC.
40. Nugroho, 2000. Keperawatan Gerontik Edisi 2. Jakarta: EGC.
41. Nurhaida. 2012. Pengaruh Peran Keluarga Dan Kader Lansia Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Keca-matan Per-cut Sei Tuan. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.
42. Nurwijaya, H., dkk. 2010. Cegah dan De-teksi Kanker Serviks. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
43. Oktavianti, Dwi Anggi. 2016. Hubungan Peran Kader Posyandu dengan Tingkat Kualitas Hidup Lanjut Usia di Posyandu Teratai Dusun Kintelan Kecamatan Bam-bangpuro.
44. Papalia, D.., et al. 2005. Human Devel-opment 10th ed. New York: Mc-Graw Hill.
45. Potter and Perry. 2009. Fundamental Keperawatan Edisi 7. Jakarta: Salemba Medika.
46. Pratiwi, Yusnia. 2015. Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kualitas Hidup Lanjut Usia di Pusat Santunan Keluarga (Pusaka) Kecamatan Pancoran Jakarta Se-latan. Jakarta : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
47. Pusat Data dan Informasi. 2017. Analisis Lansia di Indonesia. Jakarta : Kementerian Kesehatan.
48. Puskesmas Kelurahan Kalibaru. 2017. Rekapitulasi Data Kunjungan Poli Lansia. Jakarta : Puskesmas Kelurahan Kalibaru.
49. Putri, S.T., et al. 2017. Needs and Prob-lems of Posbindu Program: Community Health Volunteers Perspective.
50. Rachel House. 2015. Panduan Umum APBK. Jakarta : Rachel House.
51. Rachel House. 2017. Survey 2017. Jakarta : Rachel House.
52. Raharjo. 2008. Hubungan Dukungan So-sial Dengan Kualitas Hidup Pada Lanjut Usia. Skripsi. Surabaya : Universitas Air-langga.
53. Rantepadang A. 2012. Interaksi Sosial Dan Kualitas Hidup Lansia Di Kelurahan Lansot Kecamatan Tomohon Selatan. Me-nado : Universitas Klabat.
54. Rinajumita. 2011. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kemandirian Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Lampasi Kecamatan Payakumbuh Utara Tahun 2011. Padang : Universitas Andalas.
55. Rohaedi, Slamet. 2016. Tingkat Ke-mandirian Lansia dalam Activies Daily Living di Panti Sosial Tresna Werdha Sen-jarawi. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia.
56. Rohmah, dkk. 2012. Kualitas Hidup Lan-sia.
57. Santoso. 2009. Memahami Krisis Lanjut Usia. Jakarta: PT.Gunung Mulia.
58. Setiawan, Herman Adi. 2009. Kemandiri-an pada Lansia. http://stikeskabmalang.wordpress.com/. Diakses 20 Juli 2018 Pukul 19.46.
59. Setyoadi, dkk. 2013. Hubungan Peran Kader Kesehatan dengan Tingkat Kualitas Hidup Lanjut Usia.
60. Sherlock, Peter Lloyd dan Redondo. 2009. Institutional Care for Older People in De-veloping Countries. Argentina : The Case of Buenos Aires. Journal of Population Ageing. DOI.
61. Soderhamm, Ulrika, et al. 2017. To Be A Trained And Supported Volunteer In Pal-liative Care – A Phenomenological Study.
62. Soejono, dkk. 2009. Depresi pada Pasien Usia Lanjut. Dalam Buku Ajar Ilmu Pen-yakit Dalam. Editor A.W. Sudoyo, B. Setyohadi, I. Alwi , M. Simadibrata K, dan S. Setiadi. Cetakan 1. Jakarta : Interna Publising.
63. Stanley dan Beare. 2007. Buku Ajar Keperawatan Gerontik Edisi 2. Alih baha-sa Juniarti dan Kurnianingsih. Jakarta: EGC.
64. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
65. Suhartini. 2009. Pengaruh Faktor - Faktor Kondisi Kesehatan, Kondisi Ekonomi Dan Kondisi Sosial Terhadap Kemandirian Orang Lanjut Usia. http://www.damandiri.or.id. Diakses 20 Juli 2018 Pukul 20.49.
66. Supardi dan Rustika. 2013. Buku Ajar Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta: CV. Trans Info Media.
67. Sumarni. 2015. Peran Kader Posyandu Sebagai Agen Pembaru Bagi Lansia Di Dukuh Rejosari, Kelurahan Ngijo, Keca-matan Gunungpati Kota Semarang.
68. Syahrian, W. E. P. 2017. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Posyandu Lansia.
69. Szumilas M. 2010. Explaining Odds Rati-os. Journal of the Canadian Academy of Child and Adolescent Psychiatry 19:227–229.
70. Tajvar, Maryam, et al. 2008. Determinants of Health-related Quality of Life in elderly in Teheran, Iran.
71. Tresnia, Vicky. 2012. Hubungan Interaksi Sosial dengan Kualitas Hidup Lansia di RW XI Kelurahan GantingParak Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang Tahun 2012.
72. World Health Organization. 1996. WHOQOL-BREEF,Intruduction, Admin-istration, Scoring, And Generic Version of The Assesment. www.who.int/mental_health/media/en/76.pdf. Diakses 20 Juli 2018 Pukul 22.13.
73. _________. 2004. The World Health Or-ganization Quality of Life (WHOQOL)-BREF. http://www.who.int/substance_abuse/research_tools/en/indonesian_whoq ol.pdf. Di-akses 20 Juli 2018 Pukul 21.05.
74. _________. 2012. Global health and ag-ing. NIH Publ [Internet]. Geneva; 2011. Available from: NIH Publication.
75. _________. 2016. Planning and Implementation Palliative Care Services;A Guide for Programme Manager. Page: 21.
76. WHOCC for Community Participation in Palliative Care and Long Term Care. 2017. Institute of Palliative Medicine. Sanjeevan Palliative Care Project: Palliatve Care A Woorkbook for Carers.
77. Yuliati, dkk. 2014. Buku Ajar Keperawa-tan Gerontik. (T. Ari, Ed). Jakarta : CV Trans Info Medika.
78. Zhou, Long, et al. 2010. Volunteers As Caregivers For Elderly With Chronic Dis-eases: An Assessment Of Demand And Cause Of Demand.