Main Article Content

Abstract

Revolusi industri keempat telah membawa lompatan besar bagi sektor industri, dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Kegiatan pengabdian masyarakat Pemberdayaan Komunitas UMKM ‘Usaha Mandiri Sakinah’  Nogotirto, Gamping, Sleman DIY Menuju UMKM Yang Berdaya Saing ini dilakukan dengan tujuan memperken  alkan platform digital kepada anggota komunitas UMKM untuk memasarkan produknya.  Metode yang dilakukan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah workshop. Workshop diselenggarakan sebanyak 3 kali. Workshop pertama terkait penyamaan visi pengembangan usaha dari wirausaha perempuan. Workshop kedua terkait revolusi industri 4.0 dan pemanfaatan media online untuk pemasaran (marketplace dan media sosial). Workshop ketiga, penajaman materi tentang pemanfaatan teknologi sebagai media pemasaran dan pembuatan akun penjualan di marketplace Tokopedia. Output dari kegiatan pengabdian ini untuk anggota komunitas adalah anggota komunitas memiliki marketplace yang dapat dimanfaatkan untuk memasarkan produk yang dihasilkan. Masih diperlukan sejumlah program lanjutan untuk membekali anggota komunitas UMKM agar dapat menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar online.  

Article Details

Keywords
revolusi industri 4.0, UMKM, daya saing, teknologi
How to Cite
[1]
N. Faidati and M. Khozin, “Pemberdayaan Komunitas UMKM ‘Usaha Mandiri Sakinah’ Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY Menuju UMKM yang Berdaya Saing: Pemberdayaan Komunitas UMKM ‘Usaha Mandiri Sakinah’ Nogotirto, Gamping, Sleman DIY Menuju UMKM Yang Berdaya Saing”, B.JPMI, vol. 2, no. 2, pp. 88-93, Jun. 2020.

References

1.Schwab, K. (2017). The fourth industrial revolution. Crown Business.
2.Tjandrawinata, R. R. (2016). Industri 4.0: revolusi industri abad ini dan pengaruhnya pada bidang kesehatan dan bioteknologi. Jurnal Medicinus, 29.
3.Sommer, L. (2015). Industrial revolution-industry 4.0: Are German manufacturing SMEs the first victims of this revolution?. Journal of Industrial Engineering and Management, 8(5), 1512-1532.
4. Kuncoro, Mudrajad. (2010). Masalah Kebijakan dan Politik: Ekonomika Pembangunan. Jakarta, Erlangga.
5.Warta KUMKM, Kementrian PPN/Bappenas, Volume 5-No. 1-2016, ISSN 2338-3747.
6.Jauhari, J. (2014). Upaya pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan memanfaatkan e-commerce. Jurnal Sistem Informasi, 2(1).
7.Daroini, A., Rokana, E., & Sarbini, R. N. (2019). Diversifikasi Olahan Susu Kambing Menjadi Krupuk Susu Di Kelompok Wanita Ternak Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek. Jurnal Dedikasi, 16(1), 39-48.
8.Naimah, N., & Soesilo, S. (2016). Manfaat Legalitas P-IRT Bagi Pengembanagn Usaha Dalam Program Ibm Kripik Pisang Berkulit. Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS, 1(2).
9.Kartawan, K., Rinandiyana, L. R., & Kurniawan, D. (2017). Pengembangan Usaha melalui Peningkatan Kemampuan Bersaing Produk UMKM dalam Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 21(2).
10.Lubis, T. A. (2016). Pemanfaatan Teknologi Informasi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Jambi. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah, 3(3), 163-174.
11. Hermanu, B. (2016). Studi implementasi izin edar produk pangan industri rumah tangga (pirt) dalam mewujudkan ke amanan pangan yang optimal di kota semarang. Hukum dan Dinamika masyarakat, 11(2).
12. Asnawi, A., Saud, I. M., & Wiratmanto, W. (2017). Peningkatan Mutu Produk dan Pemasaran Olahan Ikan Bandeng. BERDIKARI: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks, 5(1), 11-21.
13. Apriyanti, M. E. (2018). Pentingnya Kemasan terhadap Penjualan Produk Perusahaan. Sosio e-Kons, 10(1), 20-27.
14. Tahalea, S. (2016). Fotografi Produk Sebagai Sarana Promosi Produk Lampu untuk Perajin Lampu di Nitiprayan Yogyakarta. Universitas Trisakti.
15. Rindrayani, S. R. (2017). Strategi Pengembangan UMKM Melalui Pembelajaran Kewirausahaan Sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia.