Main Article Content

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait meningkatkan kualitas air dengan proses filtrasi di embung desa bebatu Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara. Pengabdian ini dilakukan secara eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Metode analisis data berupa uji beda Paired Sample T-Test.. Hasil dalam program pengabdian ini menunjukkan bahwa kualitas air di embung Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara jika ditinjau secara fisika memiliki nilai TSS 12,6 mg/L dengan standar baku mutu air 50 mg/L, nilai TDS 868 mg/L dengan standar baku mutu air 1000  mg/L sehingga memenuhi krtieria baku mutu air, artinya air Embung Desa Bebatu setelah di filtrasi termasuk layak untuk dikonsumsi. Sedangkan ditinjau secara kimia, air embung di Desa Bebatu setelah proses filtrasi memiliki kandungan ammonia 0,1082 mg/L dengan standar baku mutu air 0,3 mg/L, nitrit 0,0954 mg/L dengan standar baku mutu air 0,06, besi 0,124 mg/ L dengan standar baku mutu air 0,3 mg/L , dan seng 0,198 mg/L dengan standar baku mutu air 0,05 mg/L. Nilai yang dihasilkan dari pengujian kimia setelah filtrasi termasuk dalam standar baku mutu air sehingga air di Embung Desa Setabu layak untuk dikonsumsi dan dilakukan upaya peningkatan

Article Details

Keywords
kualitas air, limbah, embung, proses filtrasi
Author Biography

Agus Indarjo, 1 Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University Semarang, Central Java, Indonesia 2 Indonesian Ministry of Education dan Culture Institutional Institutions, Indonesia

Director Vocation

How to Cite
[1]
A. Indarjo, C. D. Nugraeni, M. Zein, G. Salim, and A. D. GS, “Peningkatan Kualitas Air Dengan Proses Filtrasi di Embung Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia”, B.JPMI, vol. 2, no. 2, pp. 94-104, Jun. 2020.

References

1.Sariwati, E. (2010). Sebagai Bahan Baku Pengolahan Air Di Kampus Ipb Darmaga.
2.Achyani, R & Salim, G. (2014). Evaluasi dan Akumulasi Logam Berat pada Anadara Granosa dan Anadara inaequivalvis di Perairan Kota Tarakan. Jurnal Harpodon Borneo, 7(1).
3.Salim, G., & Anggoro, S. (2019). Domestikasi Udang:: Prospek Masa Depan Sumber Pangan Dari Laut. Deepublish.
4.Bubun, R. L., & Marlisa, N. (n.d.). 3. Rita L. Bubun dkk.
5.Salim, G., Firdaus, M., Alvian, M. F., Indarjo, A., Soejarwo, P. A., GS, A. D., & Prakoso, L. Y. (2019). Analisis Sosial Ekonomi Dan Keramahan Lingkungan Alat Tangkap Sero (Set Net) Di Perairan Pulau Bangkudulis Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 5(2).
6.Kristanto, A. H. (2004). Evaluation of various factors to increase the efficiency of channel-blue hybrid catfish embryo production. Auburn University.
7.Arifin, Z. (2008). Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Lentera Cendikia.
8.Sugiono, S., Rudy, S., & Denny, W. (2016). Investigating The Impact Of Environment Noise And Music On The Human Brain By Using A Brain-Computer Interface (Bci). Acta Neuropsychologica, 14(3).
9.Silalahi, U. (2006). Metode penelitian sosial. Unpar press.
10.Peraturan Pemerintah. (2001). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, 1, 1–5. https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2007.03.021
11.Rahmadi, P., & Salim, G. (2012). Inhibisi Pembentukan Senyawa Bromat Melalui Oxidasi Amonia Pada Proses Ozonisasi Air Laut Dalam Budidaya Perikanan Sistem Sirkulasi (BDPSS). Jurnal Harpodon Borneo Vol, 5(1).
12.Abdurrahmat, F. (2006). Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
13.Andrew, J. P. (2004). Image coding method and apparatus for localized decoding at multiple resolutions. Google Patents.
14.Bua, P. T., Kristianto, T., & GS, A. D. (2020). The Impact Of Work Environment, Communication And Leadership On Performance Of Employees In Tarakan City Education Office. JMM17: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Manajemen, 7(01).
15.Fung, S. P. (1992). Combined fluorescent lantern and flashlight. Google Patents.
16.Palar, H. (2004). Pencemaran dan Toksikologi Pencemaran Logam Berat. Rineka Cipta. Jakarta.
17.Indarjo, A., Salim, G., Zein, M., Soejarwo, P. A., Nugraeni, C. D., Bija, S., & Pham, Y. T. H. (2020). Characteristics of Von Bertalanffy Growth, Allometric, Condition Index and Mortality of Periophthalmus barbarus in Mangrove and Bekantan Conservation Area (KKMB), Tarakan, North Kalimantan. Indonesian Journal of Marine Sciences/Ilmu Kelautan, 25(1).
18.Dickenson, T. C. (1997). Filters and filtration handbook. Elsevier.
19.Singh, B. R., & Steinnes, E. (1994). Soil and water contamination by heavy metals. Soil Processes and Water Quality, 233–272.
20.Singh, S. K., Kesari, A. N., Gupta, R. K., Jaiswal, D., & Watal, G. (2007). Assessment of antidiabetic potential of Cynodon dactylon extract in streptozotocin diabetic rats. Journal of Ethnopharmacology, 114(2), 174–179.
21.Hamed, S. F., & Abo-Elwafa, G. A. (2012). Enhancement of oxidation stability of flax seed oil by blending with stable vegetable oils. Journal of Applied Sciences Research, 8(10), 5039–5048.