Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Program Kemajelisan di Yayasan Alanfus dalam
memperkuat nilai-nilai keagamaan masyarakat serta kontribusinya terhadap promosi wisata religi
Mukbaroh Sultan Rafiudin. Program Kemajelisan merupakan wadah kegiatan keagamaan dan sosial
yang diselenggarakan secara rutin oleh Yayasan Alanfus untuk membina spiritualitas umat, mempererat
ukhuwah Islamiyah, serta menghidupkan kembali tradisi keagamaan lokal. Sementara itu, Makam
(Mukbaroh) Sultan Rafiudin sebagai situs sejarah dan religi memiliki potensi besar untuk dikembangkan
menjadi destinasi wisata religi yang edukatif dan spiritual. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, data
diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pengurus yayasan, tokoh agama, serta pengunjung situs
mukbaroh, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kemajelisan tidak
hanya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga berperan strategis
dalam memperkenalkan dan melestarikan situs Mukbaroh Sultan Rafiudin sebagai bagian dari warisan
budaya Islam. Sinergi antara pembinaan keagamaan dan promosi wisata religi ini menunjukkan potensi
besar dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat serta ekonomi lokal berbasis budaya
spiritual. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara yayasan, pemerintah daerah,
dan pelaku pariwisata untuk optimalisasi potensi wisata religi berbasis kemajelisan

Article Details

Keywords
Kemajelisan, Pendidikan, Karakter umat, Budaya islam
How to Cite
[1]
A. Fauji, “Program Kemajelisan di Yayasan Al - Anfus dan Promosi Wisata Religi Makbaroh Sultan Rafiudin Serang Banten : Program Kemajelisan di Yayasan Al - Anfus dan Promosi Wisata Religi ”, B.JPMI, vol. 7, no. 2, pp. 36-42, Feb. 2026.

References

Miftachurrohmah, M. (2022). Strategi
Pengembangan Wisata Religi Makam Sunan
Pojok Blora. Skripsi, Universitas Islam
Negeri Walisongo Semarang.
2. Ahsana Mustika Ati. (2011). Pengelolaan
Wisata Religi (Studi Kasus Makam Sultan
Hadiwijaya untuk Pengembangan Dakwah).
3. Mudzhar, M. A. (2019). Tradisi ziarah
sebagai bentuk keberlanjutan budaya Islam
Nusantara. Jurnal Kebudayaan Islam, 17(1),
33–47.
4. Nugroho, B. A. (2020). Makna simbolik
dalam praktik ziarah wali di Jawa. Jurnal
Humaniora, 32(2), 178–190.
5. Suryani, N. (2021). Konstruksi identitas
budaya melalui ritual ziarah: Studi pada
masyarakat sekitar makam Sunan Kalijaga.
Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(1), 55–70.
6. Zakaria, A. (2023). Situs religi sebagai ruang pelestarian tradisi dan identitas lokal:
Studi pada Makam Syekh Abdul Qodir.
Jurnal Budaya dan Agama, 8(2), 88–100.
7. Irawan, R. D., & Purwoko, B. (2022). Peran
situs ziarah dalam membentuk ruang sosial
dan keagamaan masyarakat lokal. Jurnal Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik, 26(1), 12–27.
8. Abdullah, M. A.;M. Amin Abdullah. “Islam
Dan Kebudayaan: Refleksi Pemikiran.”
Pustaka Pelajar, 2016.
9. Al-Albani Syaikh Muhammad Nashiruddin,
dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. “Perantara Terkabulnya Doa (Tawassul).” Akbar Media, 2015.
10. Maarif, A. S. “Pendidikan Islam Dan Kemajelisan: Membangun Karakter Umat.” Gramedia Pustaka Utama, 2017.
11. Madjid, N. “Islam, Pluralisme, Dan Kemajelisan: Sebuah Refleksi.” Mizan, 2018.
12. Mustofa, A. “Kemajelisan Dalam Perspektif
Sosial: Membangun Solidaritas Umat.”
Alfabeta, 2019.
13. Rahman, A. “Peran Kemajelisan Dalam Pemberdayaan Masyarakat.” Laksana, 2020.
14. Kabar Priangan. (2025). PKM Dosen Uniba
Serang Bantu Majelis Taklim Al – Anfus
Peroleh Ijin Operasional. https://kabarpriangan.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr1489103487/pkm-dosen-uniba-serang-bantumajelis-taklim-al-anfus-peroleh-ijinoperasional